Pepe Reina Tak Gentar Untuk Lawan Juventus!

Pepe Reina memastikan dirinya tak merasa gentar untuk melawan Juventus di pertandingan berikutnya nanti. Pepe selaku penjaga gawang milik AC Milan di sisi lainnya juga mengaku masih begitu menghormati Juventus dengan segala prestasi yang sudah diraih. Akan tetapi, Reina memastikan bila para pemain AC Milan sendiri sama sekali tidak takut ketika harus bermain melawan Si Nyonya Tua. Sesuai jadwal yang sudah dirilis sebelumnya, Milan akan mendapatkan tantangan berat pada akhir pekan ini. Sebab, Milan akan berjumpa Juventus pada giornata ke-12 Serie A musim 2018 – 2019. Pertandingan itu sendiri akan berlangsung di San Siro Stadium pada hari Senin, 12 November 2018 dini hari mendatang (WIB).

The Old Lady masih berdiri kokoh di posisi puncak klasemen sementara Serie A dan belum pernah kalah di pentas domestik. Sementara itu, AC Milan mulai mampu menemukan performa stabil dan kini berada di peringkat ke 4 klasemen. Kedua tim berselisih 10 angka di antaranya. Walay akan bertindak sebagai tuan rumah, Milan diprediksi akan kesulitan untuk bisa membendung Juventus. Meski sang lawan baru saja kalah dari Manchester United, tapi Juve diyakini tetap tangguh. Menurut penilaian Pepe Reina, AC Milan memang perlu menghormati Juventus. Akan tetapi, Milan tidak boleh takut sekali. Bahkan, Reina yakin jika Milan cukup percaya diri sebab tidak pernah kalah dalam empat laga terakhir.

AC Milan pun mendapat keuntungan mutlak pada pertandingan itu karena menyandang status sebagai tim tuan rumah. Kiper berumur 36 tahun itu mengatakan, tim akan bertemu dengan Juventus dan rasa hormat sudah tentu akan dibawa oleh para pemain beserta sikap kerendahan hati. Namun tentu saja AC Milan sendiri tak punya rasa takut. Seperti yang dilansir dari Sky Sports Italia, pemain berumur 36 tahun itu menyatakan diri percaya dengan diri kami sendiri. Tim sudah tentu dapat mengandalkan motivasi dari para supporter yang akan datang ke San Siro Stadium. Mereka sudah pasti akan terus berada di belakang para pemain sehingga dirinya berharap dapat melakukan semua yang lebih baik di atas lapangan hijau.

Pepe Reina sendiri belum tentu bermain di laga melawan Juventus. Selama ini, eks penjaga gawang Napoli hanya bermain di ajang Liga Europa. Sementara, di Serie A akan menjadi jatah bagi Gigio Donnarumma. Reina pun tidak mempermasalahkan hal tersebut. Penjaga gawang bernama lengkap Jose Manuel Reine Paez tersebut menilai, semua pemain harus bekerja sama dengan baik dan juga berusaha untuk menikmati jalannya laga dengan bersenang-senang. Tujuan utama dirinya berada di sini adalah untuk membantu Gigio, sebab dia punya kualitas untuk menjadi penjaga gawang yang fenomenal.

Pepe Reine dan kawan – kawan sendiri harus menghadapi tantangan berat dalam match day ke 12 ajang Serie A Italia. Tim dijadwalkan untuk menantang Juventus, Minggu (11/11/2018) atau Senin dinihari WIB. Hingga sekarang ini, The Old Lady sendiri memang masih kokoh di puncak klasemen Serie A dan belum pernah kalah di pentas domestik. Sementara itu, Milan bisa mulai menemukan performa yang cukup stabil sehingga pada saat ini mereka berada di peringkat empat. Walau bertindak sebagai tuan rumah, tetapi Milan diprediksi akan kesulitan untuk bisa membendung Juventus. Meski sang lawan baru saja kalah dari Manchester United, tapi Juve diyakini tetap tangguh.

Baca Juga :

Betawitoto :

Osakatogel :

IkanJoker :

 

Phil Neville Inggris sejahtera dengan lebar

Banyak dari penimbunan untuk permainan ini sekitar pada pilihan Rodney Parade menjadi tuan-rumah buat kwalifikasi krisis. Wales mengharap lingkungan yang akrab dari beberapa orang yang terjual habis, bermusuhan dari 5.000 akan, seperti kata Fishlock No 10 Jess, “mengoceh” Singa betina. Sesaat fans Inggris serta Welsh dilewatkan merana sebab penjualan 24 jam membuat mereka tidak miliki ticket.

Baca Juga : Juventus ingin menjadi hebat di Eropa tetapi harus menaklukkan Napoli lebih dulu

Tidak ada batu yang lewatkan, dengan pertahanan Wales di St Mary’s tidak tertembus pada bulan April serta bicara mengenai Phil Neville yang memerlukan lebar untuk menghancurkannya, Wales menyempitkan pitch ke batas absolutnya – garis sirna dari tata letak asli yang pasti untuk disaksikan, yang bagus dua kaki di luar cat baru. Sebab untuk Wales, game ini ialah mengenai hasil – lewat cara apapun yang dibutuhkan. Mengamankan perjalanan ke putaran final Piala Dunia pertama ialah kebanyakan hadiah tidak untuk mempunyai mentalitas semacam itu.

Baca Juga : Score menjadi saat Leeds United mendapatkan satu poin melawan Steff Wed

Kerumunan di Wales lebih dari menyikapi panggilan Fishlock untuk ejekan, tiap-tiap tekel menang serta tiap-tiap bola ke depan lihat pemirsa dengan nada lembut, dengan “kamu cuma sial Gary Neville” favorite reguler pengagum di belakang ruangan istirahat. Manajer Inggris dapat melepas blip di Southampton. Itu ialah laga pertamanya di kandang, laga bersaing pertamanya yang bertanggungjawab.

Baca Juga : Real Madrid ‘up for the fight’ dalam derby dengan Atlético, kata Julen Lopetegui

Saat ini dia paham pemainnya di – dari beberapa nama hewan peliharaan sampai saat mereka makan es cream – serta ini ialah ujian riil dari pemerintahan manajerialnya. Dikit jig pada menit ke enam berhenti waktu bendera naik sesudah Nikita Parris sudah lihat untuk tempatkan Inggris di muka. Apa Neville melepas pertahanan Welsh, lepas dari pengaruhnya, di luar lebar? Memang tampak semacam itu. Akan tetapi bendera itu melambai-lambai lama sesudah striker Manchester City sudah pergi dalam perayaan. Mungkin itu ialah keadilan untuk arah pengunjung tidak diterima di rumput Inggris.

Klopp: Media Jerman Sudah Gila

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, mengakui jengkel lihat media-media Jerman yang mengkritik Team Panser terlalu berlebih selesai kegagalan di Piala Dunia 2018. Jerman set belur di Piala Dunia 2018. Team Panser langsung tersisih di set penyisihan group. Perihal ini pasti mencoreng nama baik Jerman menjadi juara bertahan.Ini adalah pertama kali Jerman tidak lolos babak group selama riwayat keikutsertaannya di Piala Dunia.

Baca Juga : Luka Modric dan Marta memenangkan pemain FIFA penghargaan tahun ini di London

Selesai kegagalan itu, alat Jerman habis-habisan mengkritik pasukan Joachim Loew. “Masukan pada Jerman tidak adil. Apabila saya ialah fans timnas Jerman, saya akan tidak menjelaskan apapun. Tetapi, alat telah kelewatan,” kata Klopp seperti dikutip Soccerway.Klopp terasa, reaksi alat Jerman telah melewati batas. “Tersisih di set penyisihan group Piala Dunia, langkah alat serta semua bangsa mengkritik betul-betul hilang ingatan.

Baca Juga : Arsenal seharusnya tidak sentimental tentang menjual Aaron Ramsey

Pelatih sampai mesti menuturkan sendiri, ia mesti menuturkan sepak bola ke semua negara.” “Beberapa orang sudah coba pendekatan ini saat 100 tahun serta itu gagal. Jadi tenang, biarlah mereka bermain sepak bola serta saya meyakini, Jerman akan memenangi laga kembali,” Klopp memberikan.Saat kegagalan di Piala Dunia, beberapa pemain senior Jerman akan memutuskan pensiun. Dari mulai Mario Gomez sampai Mesut Ozil.

Baca Juga : Harry Kane mengatakan Wembley menjadi wasit

Madrid Terpuruk Bukan Hanya karena Kepergian Ronaldo

Ahlis sepak bola Spanyol, Guillem Balague terasa kesusahan Real Madrid musim ini tidak cuma dikarenakan oleh kepergian sang megabintang, Cristiano Ronaldo. Lebih dari itu, ia meyakini scuad Madrid sekarang ini memang mempunyai permasalahan besar dalam soal cetak gol. Musim 2018/19 ini tidak berjalan lancar buat sang juara Liga Champions. Sesudah mengawali musim dengan lumayan baik, Madrid lantas kehabisan tenaga di dalam jalan. Los Blancos tidak berhasil cetak gol dalam empat pertandingan paling akhir, tiga salah satunya selesai dengan kekalahan.

Baca Juga : Brady ‘hampir siap’ untuk kembali penuh setelah dijalankan dengan cadangan Burnley

Tempat Julen Lopetegui menjadi pelatih anyar juga mulai disangsikan. Kemerosotan Madrid ini disangka berlangsung sebab kepergian Cristiano Ronaldo, akan tetapi Balague tidak sama pendapat. Menurut Balague, asumsi Madrid terjatuh sebab Ronaldo pergi ialah kekeliruan besar. Ia malah memandang ada permasalahan semakin besar di Madrid, yang sebetulnya belum juga didapati.

Baca Juga : José Mourinho: beberapa pemain Manchester United peduli lebih dari yang lain

“Ceritanya tetap simpel bila cuma ada satu fakta. Akan tetapi tidak sempat sesederhana itu,” kata Balague di express. “Yang tentu ialah mereka menembak lebih dikit, cetak gol lebih dikit, membuat kesempatan lebih dikit. Ada suatu yang berlangsung.”Diluar itu Balague memandang Real Madrid malah mujur dengan kepergian Ronaldo.

Baca Juga : Olivier Giroud mengirim Prancis ke kemenangan Liga UEFA pertama

Karena, dengan begitu beberapa pengagum Madrid akan berasumsi laju jelek ini sebab tidak ada Ronaldo, bukan sebab team yang memang bermain jelek. “Ronaldo membelokkan statistik dikit sebab ia membuat tembakan semakin banyak dari siapa juga di Eropa. Serta pada step ini, musim kemarin ia cuma cetak empat gol sebelum Januari.” “Serta permasalahan itu ditambah lagi cedera tiga pemain mereka.